Kamis, 31 Desember 2009

Ihsan sembuh?...Alhamdulillah..(1)

Kemarin menjadi hari yang sangat membahagiakan untukku. Betapa tidak, adalah hari pertama kali aku tidak lagi mendengar suara batuk dari mulut anakku sejak 4 bulan yang lalu. Dimulai sejak bulan September 2009, seminggu sebelum lebaran Ihsan kena batuk. Awalnya kupikir batuk biasa yang akan sembuh 2 minggu tanpa diberi obat apapun.

Dua minggu berlalu, Ihsan masih batuk bahkan sampai muntah segala. Akhirnya kami putuskan beri Actifed hijau (untuk batuk berdahak) yang biasa dia minum jika batuknya ga reda.

Tiga minggu berlalu.. tidak ada yang berubah..Ihsan masih saja batuk.. Kuputuskan untuk membawanya ke dokter. Karena khawatir ada sesuatu ditenggorokan/paru2nya (Ihsan mmg langganan batuk), aku menurut saja ketika dokter menyarankan anakku untuk di rontgen. Hasilnya, dokter menyimpulkan anakku terkena Bronchopneumonia. Aku tidak terlalu mengerti, tapi tetap kuminumkan obatnya untuk ihsan....(bersambung)

Selamat Ulang Tahun, sayang...

Buat Ihsan, putraku tersayang..
Selamat ulang tahun yang ke tiga ya, nak...
Walaupun sebenarnya udah agak telat mama ngucapinnya:)

Terima kasih Ya Rabbi
Telah engkau hadirkan dia diantara kami
Untuk setiap panggilan sayangnya
Untuk setiap pelukan hangatnya
Untuk setiap senyum yang hadir karenanya
Untuk setiap derai tawa yang tercipta olehnya
Untuk semuanya...

Mama doakan..
Ihsan menjadi anak yang sholeh
Anak yang pintar
Ga suka bohong
Ga suka jahilin teman
Sayang sama adek, mama, papa, kakek, nenek, etta, tante..dll:)

Met Ultah, my little rainbow...
Peluk cium dari mama... mmmmuaaach!!

Selasa, 17 November 2009

Kulakukan demimu, nak..

Banyak yang berubah setelah Ihsan dan Naazneen lahir, salah satunya dalam hal rasa jijai…. Aku orangnya sangat “gelian” terhadap sesuatu yang memang dipandang jorok, misalnya bersihin muntah, ngambil kotoran yang jatuh di lantai, nyedot ingus pake mulut, bersihkan bayi yang lagi pup, dll. Bahkan pernah sampai muntah2 akibat kuatnya penolakan dalam diriku terhadap hal tsb. Tapi apa daya, dengan statusku sebagai ibu dari anak2 yang masih sangat tergantung dengan orang tuanya, aku harus lakukan itu semua.

Penuh perjuangan untuk mengalahkan rasa jijai tadi. Bayangin, lagi makan, anak tiba2 muntah dilantai…. Kalo bukan anakku mungkin aku sudah lari dari tempat itu. Tapi karena yang muntah adalah Ihsanatau Naazneen, ya mesti aku yang bersihkan. Ambil lap, seka muntahnya. Kadang aku ikut muntah setelah itu. Atau kalo Naazneen lagi pilek dan hidungnya tersumbat. Aku harus menyedotnya pake mulutku. Bayangin, mulut nyedot ingus…hiiii.. Awalnya aku ga mau, waktu Ihsan masih bayi ayahnya yang lakukan, tapi kadang anak2 sakit ga mesti pas ada ayahnya, jadinya aku mulai berpikir, aku yang harus lakukan. Masya Allah, waktu pertama kali nyoba, aku sungguh-sungguh ga bisa. Pikirku, Oh my God, I can’t do this!. Tapi demi melihat kesulitannya bernafas, akhirnya kupaksakan juga wajahku mendekatinya. Dan….terjadilah. Waaaaaaaa………

Ga pernah terbayang aku sanggup melakukannya. Walaupun kadang masih ada rasa terpaksa melakukannya, tapi ada kepuasan yang kudapat. Ada rasa bahagia menyelinap dihati. Kamu sudah berusah jadi ibu yang baik, bisik hatiku… Setidaknya ada yang bisa kubanggakan jika suatu saat mereka bertanya, “Apa yang sudah mama lakukan untuk kami?”

Kamis, 27 Agustus 2009

Ramadhan 1430H

Alhamdulillah Ramadhan dapat kurasakan lagi..
Bulan yang penuh berkah
Ada rahmat Allah yang dilipatgandakan
Ada kesempatan yang takkan terulang lagi..

Ramadhan ini Alhamdulillah mama bisa puasa, tahun kemaren ga bisa ikut soalnya habis melahirkan adek. Ini sudah jalan 5 hari:) Awalnya sempat khawatir ga kuat puasa, karena badannya udah ringkih hehehe. Tapi masih umur 30 ini masa' ga kuat, malu sama diri sendiri.

Tahun ini rasanya Ramadhan lebih indah mama rasa. Karena apa? Karena Abang Ihsan udah bisa diajak ke masjid untuk tarawihan:) Udah lama mama nunggu saat2 ini. Bahkan sebelum ramadhan datang. Walaupun baru sekali ke masjid (soalnya adek suka tidur jam setengah tujuh, jadi mama ga bisa ikut ke masjid) tapi rasanya indah banget. Berangkat bareng kakek, Abang pake baju koko putih yang dibelikan kakek, ditemani cahaya bulan sabit, kita bertiga naik motor ke masjid.

Di masjid mama sengaja pilih tempat yang dipinggir biar ga mengganggu saf. Abang udah pinter ih, di masjid ga ribut:). Di bulan Ramadhan ini mama ingin kenalkan Abang dengan sedekah, buka puasa, sahur, dan puasa itu sendiri. Mudah2an nangkep ya? hehehe...

Selamat berpuasa..untuk pp, nenek, kakek, abang dan adek... moga kita selalu diberkahi oleh Allah swt. Amin.
Mama mau sholat Ashar dulu, mau pulang juga, udah jam 3... (Btw, mama tadi beli cetakan cendol, tadi nemu resep cendol kesukaan pp yang pake nangka itu, mama mau coba bikin ahh...:), mg berhasil!)

Senin, 27 Juli 2009

Penat..
Tertatih kakiku melangkah
Menyusuri jalan yang penuh duri dan kerikil tajam
Sementara batu-batu itu terus menghantam pundakku
Aku semakin penat

Ya Allah...
Ke bahu yang mana hamba mesti bersandar?
Tangan siapa yang harus hamba raih?
Sedangkan tubuh dan jiwaku semakin ringkih

Haruskan ku menyerah pada hantaman batu-batu itu?

La haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adhim.

Rabu, 15 Juli 2009

Don't wanna loose you, my sweety..

Sudah seminggu berlalu sejak Naazneen demam panas yg kemudian dikatakan dokter bahwa ia terkena campak. Pagi hari ke-3 sejak ia demam pertama kali, panasnya mulai turun. Alhamdulillah, aku kabari suamiku jg teman yg tahu tentang kondisi putriku. Tp menjelang sore, panasnya naik lg kecuali kaki, terasa dingin. Setelah kuberi obat penurun panas dan kususui, ia pun tidur. Sewaktu menyusuinya, kuraba dahinya, panas sekali. Dan malam itu aku sempat beberapa kali memberikan kompres hangat ke dahinya, supaya panasnya cepat reda dan ia tidak kejang. Pukul setengah 2 malam, Naazneen kelihatan gelisah. Kembali kuraba dahinya, masih panas. Ya Allah, sembuhkanlah putriku, doaku dalam hati. Tidak berapa lama, ia pun BAB, cair. Setelah selesai kubersihkan, ia kembali tidur sambil k upeluk. Kakinya msh dingin sementara tubuh yg lain masih panas, tarikan nafasnya cepat dan detak jantungnya juga kencang sekali. Tak berapa lama, jari2 tangannya jg dingin. Ya Allah, kenapa anakku? Aku langsung terpikir ttg maut. Ya Allah, jangan Kau ambil dulu anakku, bisikku sambil terus beristighfar. Naazneen kemudian kugendong dan aku keluar dr kamar. Kubangunkan ibu. Ibu kemudian menyarankan untuk ke dokter. Tp aku masih ragu dan terus bertanya apakah hal ini sesuatu yg wajar terjadi pd anak yg demam. Ibu menjawab iya. Hatiku sedikit tenang. Kembali kuambil kompres hangatnya dan ia ku kompres beberapa lama. Setengah jam setelah itu tangan dan kakinya berangsur2 hangat. Alhamdulillah, aku bertasbih dan mengucapkan hamdallah berkali2. Terima kasih Ya Rahman..

Senin, 29 Juni 2009

Bahasa Cinta

Ada artikel menarik yang kutemukan di internet. Tentang bahasa cinta. Setelah dibaca-baca kayaknya suamiku punya bahasa cinta Sentuhan, sedangkan aku Kepercayaan. Kenapa tiba-tiba mbahas ini? Soalnya suami barusan komplain tentang sikap aku yang jarang nyentuh dia..ya iyalah, soalnya aku penganut bahasa cinta Kepercayaan..:D

Ini nih artikelnya...

Bahasa cinta tuh apaan sih yo? Kayanya lue dari tadi belum ngejelasin deh.

Ok, gini, setiap orang mempunyai sebuah keinginan untuk diperlukan nyaman oleh pasangannya atau orang yang dicintainya. Itu bisa pacarnya, istrinya, bahkan ibu atau bapaknya atau anaknya.
Gimana cara perlakuan yang bener? Nah, setiap orang itu beda - beda lho mbak. Tiap orang unik itu emang bener. Setiap orang punya keinginan diperlakukan yang berbeda satu sama lain. Bisa kita sebut juga, setiap orang mempunyai BAHASA CINTA yang berbeda.

5 BAHASA CINTA tersebut adalah (tidak dalam urutan rangking / peringkat)

1.SENTUHAN.
Dari kata sentuhan sendiri sebenarnya udah dapat dijelaskan dengan baik, bahwa orang yang mempunyai bahasa cinta ini SENANG DISENTUH, atau SENANG TERDAPAT KONTAK FISIK antara pasangan / orang yang dicintainya sebagai ungkapan cinta.
Contoh: orang dengan bahasa cinta ini senang untuk dipeluk, dicium, dielus2 kepalanya, (pokoknya kontak fisik) dengan frekuensi yang sering. Intinya, orang yang mempunyai bahasa cinta seperti ini menganggap sentuhan sebagai ungkapan cinta yang baik.

2. KATA - KATA
Orang yang mempunyai bahasa cinta ini ssangat senang apabila orang yang cintai / pasangannya mengungkapkan cintanya dengan kata - kata.
Contoh : senang apabila orang yang dicintai / pasangannya mengungkapkan cinta dengan kata - kata “Saya sayang kamu.” atau “Ibu sayang kamu lho nak.” dll. Hal ini bisa dilakukan secara lisan (melalui perkataan langsung) maupun secara tulisan, lewat SMS kek, ataupun pesan - pesan singkat di kertas notes.

3. MATERI
Orang yang punya bahasa cinta kaya gini, senang diberikan sebuah benda sebagai ungkapan cinta pasangan / orang yang dicintainya.
Benda - benda yang dimaksud bukanlah berarti benda yang mahal. Tapi lebih ke benda yang mencerminkan rasa sayang pasangannya.
Contoh : Seorang wanita yang menjadi tambah sayang sama pasangannya ketika sang pria memberikan dia baju sebagai hadiah perkawinan. Atau seorang anak yang sangat senang diberikan sebuah buku dari ibunya sebagai hadiah ulang tahun, dan dia meyakinkan pendapatnya bahwa ibunya sayang sama dia.

4. WAKTU
Orang yang mempunyai bahasa cinta waktu ini, lebih senang dengan frekuensi bertemu secara langsung dengan orang yang dicintainya / pasangannya. Bertemu adalah sebuah ungkapan cinta yang sangat baik untuk orang dengan bahasa cinta seperti ini.
Contoh: seorang pria yang menginginkan pasangannya lebih sering berjalan - jalan dengan dia, atau bahkan hanya mengobrol dengannya di sebuah cafe. Seorang anak yang ingin ibunya berhenti kerja dan menemaninya di rumah untuk bermain bersama. dll

5. KEPERCAYAAN
Orang yang mempunyai bahasa cinta seperti ini, menganggap kepercayaan adalah sebuah ungkapan cinta yang baik.
Contoh: seorang anak yang mempunyai bahasa cinta seperti ini, akan menganggap orang tuanya sangat menyayanginya, ketika ia dipercaya untuk mengejar impiannya dengan kuliah di luar negeri sendiri.
Atau seorang istri yang mempunyai bahasa cinta seperti ini, akan menganggap suaminya sangat menyayanginya, ketika ia dipercaya untuk dinas di luar negeri sendiran selama setahun, dimana sang istri sangat menyukai pekerjaannya.

Nah YO, sekarang gimana sih gua tahu, bahwa kecengan gua kek, atau Bapak Ibu gua kek, atau bahkan istri / suami dan anak gua punya bahasa cinta yang mana.

Gampang aja bung. Kalo lue sempet baca post gua tentang proyeksi (TIPS MELIHAT KEPRIBADIAN) kita bisa langsung tahu lah, dari perilaku, pendapat, dan pemikiran dia.

Contoh nih :
1. Buat yang pria, pastikan pernah ketemu wanita - wanita yang suka mukul-mukul. Bukan mukul dengan kepalan tangan, tapi yang gemesan. Yang suka mukul atau nyubit lue lue pada ketika dia digangguin.
Pas lue gangguin dia bereaksi seperti ini “Ih apaan sih lue.” Terus nyubit tangan lue lah atau mukul tangan lue. (contoh aja) NAH, dengan ilmu proyeksi udah kita bisa liat bahwa dia mempunyai bahasa cinta SENTUHAN. Soalnya dia suka mukul, berarti dia suka menyentuh dong, biasanya sih dia juga suka disentuh. TAPI JANGAN DIPUKUL kali bung.

2. Contoh lain, ya lue coba lah ngobrol ama dia langsung, tanyain gimana pendapat dia.
Bisa lue tanyain dengan ilmu proyeksi, atau engga. Terserah lue itu mah. Tapi lebih baik pertanyaan lue bener - bener halus, jadi dia ga curiga. hehehe Play Smooth baby, yeah!
Misalkan:
MBAK : “Mas, kemarin suka ga sih aku berikan sweater hasil rajutan kusendiri sebagai hadiah ulang tahun perkawinan kita?”
MAS : “Suka dong, tapi aku lebih suka kalo kamu menciumku dan mengatakan bahwa kamu sayang sama aku sampai selamanya.”

(ADOH! Jijik banget ga sih contohnya.)
well tapi dari contoh yang kedua ini, kita bisa langsung tahu dong, kalo si istri tuh punya bahasa cinta MATERI, sedangkan si suami punya bahasa cinta SENTUHAN.

3.Contoh lain, misalnya aja pasangan lue (entah itu pacar / suami / istri ) komplain mengenai sikap lue.
misalkan :
ANAK : “Ibu, kok ibu ga ngijinin aku pergi kuliah di luar negeri sih, dunia ku kan di seni bu, dan ini demi karir aku dan demi ibu juga?”
PRIA : “Ibu percaya sih sama kamu, tapi ibu lebih suka kamu disini, deket ibu.”

Dari contoh diatas, bisa kita ketahui bahwa sang Anak mempunyai bahasa cinta KEPERCAYAAN, sedangkan si Ibu mempunyai bahasa cinta WAKTU.

Bottom line,
Bagi gua bahasa cinta itu penting untuk kehidupan kita, terutama kehidupan yang menyangkut orang yang kita cintai entah itu orang tua kita maupun pasangan kita, bahkan anak kita.

Kenapa menurut lue penting sih Yo?

Ya bagi gua penting, biar komunikasi yang terjadi bisa lancar, terutama dalam hal pengertian tentang pengungkapan rasa sayang seseorang ke orang lain yang sangat dicintainya.

“MINIMIZING MISSED COMMUNICATIONS Laarrrr… “ gitu kata bossnya Valbury dengan logat Singapore yang kental.