Rabu, 24 Maret 2010
Rabu, 06 Januari 2010
Kamis, 31 Desember 2009
Ihsan sembuh?...Alhamdulillah..(1)
Kemarin menjadi hari yang sangat membahagiakan untukku. Betapa tidak, adalah hari pertama kali aku tidak lagi mendengar suara batuk dari mulut anakku sejak 4 bulan yang lalu. Dimulai sejak bulan September 2009, seminggu sebelum lebaran Ihsan kena batuk. Awalnya kupikir batuk biasa yang akan sembuh 2 minggu tanpa diberi obat apapun.
Dua minggu berlalu, Ihsan masih batuk bahkan sampai muntah segala. Akhirnya kami putuskan beri Actifed hijau (untuk batuk berdahak) yang biasa dia minum jika batuknya ga reda.
Tiga minggu berlalu.. tidak ada yang berubah..Ihsan masih saja batuk.. Kuputuskan untuk membawanya ke dokter. Karena khawatir ada sesuatu ditenggorokan/paru2nya (Ihsan mmg langganan batuk), aku menurut saja ketika dokter menyarankan anakku untuk di rontgen. Hasilnya, dokter menyimpulkan anakku terkena Bronchopneumonia. Aku tidak terlalu mengerti, tapi tetap kuminumkan obatnya untuk ihsan....(bersambung)
Dua minggu berlalu, Ihsan masih batuk bahkan sampai muntah segala. Akhirnya kami putuskan beri Actifed hijau (untuk batuk berdahak) yang biasa dia minum jika batuknya ga reda.
Tiga minggu berlalu.. tidak ada yang berubah..Ihsan masih saja batuk.. Kuputuskan untuk membawanya ke dokter. Karena khawatir ada sesuatu ditenggorokan/paru2nya (Ihsan mmg langganan batuk), aku menurut saja ketika dokter menyarankan anakku untuk di rontgen. Hasilnya, dokter menyimpulkan anakku terkena Bronchopneumonia. Aku tidak terlalu mengerti, tapi tetap kuminumkan obatnya untuk ihsan....(bersambung)
Selamat Ulang Tahun, sayang...
Buat Ihsan, putraku tersayang..
Selamat ulang tahun yang ke tiga ya, nak...
Walaupun sebenarnya udah agak telat mama ngucapinnya:)
Terima kasih Ya Rabbi
Telah engkau hadirkan dia diantara kami
Untuk setiap panggilan sayangnya
Untuk setiap pelukan hangatnya
Untuk setiap senyum yang hadir karenanya
Untuk setiap derai tawa yang tercipta olehnya
Untuk semuanya...
Mama doakan..
Ihsan menjadi anak yang sholeh
Anak yang pintar
Ga suka bohong
Ga suka jahilin teman
Sayang sama adek, mama, papa, kakek, nenek, etta, tante..dll:)
Met Ultah, my little rainbow...
Peluk cium dari mama... mmmmuaaach!!
Selamat ulang tahun yang ke tiga ya, nak...
Walaupun sebenarnya udah agak telat mama ngucapinnya:)
Terima kasih Ya Rabbi
Telah engkau hadirkan dia diantara kami
Untuk setiap panggilan sayangnya
Untuk setiap pelukan hangatnya
Untuk setiap senyum yang hadir karenanya
Untuk setiap derai tawa yang tercipta olehnya
Untuk semuanya...
Mama doakan..
Ihsan menjadi anak yang sholeh
Anak yang pintar
Ga suka bohong
Ga suka jahilin teman
Sayang sama adek, mama, papa, kakek, nenek, etta, tante..dll:)
Met Ultah, my little rainbow...
Peluk cium dari mama... mmmmuaaach!!
Selasa, 17 November 2009
Kulakukan demimu, nak..
Banyak yang berubah setelah Ihsan dan Naazneen lahir, salah satunya dalam hal rasa jijai…. Aku orangnya sangat “gelian” terhadap sesuatu yang memang dipandang jorok, misalnya bersihin muntah, ngambil kotoran yang jatuh di lantai, nyedot ingus pake mulut, bersihkan bayi yang lagi pup, dll. Bahkan pernah sampai muntah2 akibat kuatnya penolakan dalam diriku terhadap hal tsb. Tapi apa daya, dengan statusku sebagai ibu dari anak2 yang masih sangat tergantung dengan orang tuanya, aku harus lakukan itu semua.
Penuh perjuangan untuk mengalahkan rasa jijai tadi. Bayangin, lagi makan, anak tiba2 muntah dilantai…. Kalo bukan anakku mungkin aku sudah lari dari tempat itu. Tapi karena yang muntah adalah Ihsanatau Naazneen, ya mesti aku yang bersihkan. Ambil lap, seka muntahnya. Kadang aku ikut muntah setelah itu. Atau kalo Naazneen lagi pilek dan hidungnya tersumbat. Aku harus menyedotnya pake mulutku. Bayangin, mulut nyedot ingus…hiiii.. Awalnya aku ga mau, waktu Ihsan masih bayi ayahnya yang lakukan, tapi kadang anak2 sakit ga mesti pas ada ayahnya, jadinya aku mulai berpikir, aku yang harus lakukan. Masya Allah, waktu pertama kali nyoba, aku sungguh-sungguh ga bisa. Pikirku, Oh my God, I can’t do this!. Tapi demi melihat kesulitannya bernafas, akhirnya kupaksakan juga wajahku mendekatinya. Dan….terjadilah. Waaaaaaaa………
Ga pernah terbayang aku sanggup melakukannya. Walaupun kadang masih ada rasa terpaksa melakukannya, tapi ada kepuasan yang kudapat. Ada rasa bahagia menyelinap dihati. Kamu sudah berusah jadi ibu yang baik, bisik hatiku… Setidaknya ada yang bisa kubanggakan jika suatu saat mereka bertanya, “Apa yang sudah mama lakukan untuk kami?”
Penuh perjuangan untuk mengalahkan rasa jijai tadi. Bayangin, lagi makan, anak tiba2 muntah dilantai…. Kalo bukan anakku mungkin aku sudah lari dari tempat itu. Tapi karena yang muntah adalah Ihsanatau Naazneen, ya mesti aku yang bersihkan. Ambil lap, seka muntahnya. Kadang aku ikut muntah setelah itu. Atau kalo Naazneen lagi pilek dan hidungnya tersumbat. Aku harus menyedotnya pake mulutku. Bayangin, mulut nyedot ingus…hiiii.. Awalnya aku ga mau, waktu Ihsan masih bayi ayahnya yang lakukan, tapi kadang anak2 sakit ga mesti pas ada ayahnya, jadinya aku mulai berpikir, aku yang harus lakukan. Masya Allah, waktu pertama kali nyoba, aku sungguh-sungguh ga bisa. Pikirku, Oh my God, I can’t do this!. Tapi demi melihat kesulitannya bernafas, akhirnya kupaksakan juga wajahku mendekatinya. Dan….terjadilah. Waaaaaaaa………
Ga pernah terbayang aku sanggup melakukannya. Walaupun kadang masih ada rasa terpaksa melakukannya, tapi ada kepuasan yang kudapat. Ada rasa bahagia menyelinap dihati. Kamu sudah berusah jadi ibu yang baik, bisik hatiku… Setidaknya ada yang bisa kubanggakan jika suatu saat mereka bertanya, “Apa yang sudah mama lakukan untuk kami?”
Kamis, 27 Agustus 2009
Ramadhan 1430H
Alhamdulillah Ramadhan dapat kurasakan lagi..
Bulan yang penuh berkah
Ada rahmat Allah yang dilipatgandakan
Ada kesempatan yang takkan terulang lagi..
Ramadhan ini Alhamdulillah mama bisa puasa, tahun kemaren ga bisa ikut soalnya habis melahirkan adek. Ini sudah jalan 5 hari:) Awalnya sempat khawatir ga kuat puasa, karena badannya udah ringkih hehehe. Tapi masih umur 30 ini masa' ga kuat, malu sama diri sendiri.
Tahun ini rasanya Ramadhan lebih indah mama rasa. Karena apa? Karena Abang Ihsan udah bisa diajak ke masjid untuk tarawihan:) Udah lama mama nunggu saat2 ini. Bahkan sebelum ramadhan datang. Walaupun baru sekali ke masjid (soalnya adek suka tidur jam setengah tujuh, jadi mama ga bisa ikut ke masjid) tapi rasanya indah banget. Berangkat bareng kakek, Abang pake baju koko putih yang dibelikan kakek, ditemani cahaya bulan sabit, kita bertiga naik motor ke masjid.
Di masjid mama sengaja pilih tempat yang dipinggir biar ga mengganggu saf. Abang udah pinter ih, di masjid ga ribut:). Di bulan Ramadhan ini mama ingin kenalkan Abang dengan sedekah, buka puasa, sahur, dan puasa itu sendiri. Mudah2an nangkep ya? hehehe...
Selamat berpuasa..untuk pp, nenek, kakek, abang dan adek... moga kita selalu diberkahi oleh Allah swt. Amin.
Mama mau sholat Ashar dulu, mau pulang juga, udah jam 3... (Btw, mama tadi beli cetakan cendol, tadi nemu resep cendol kesukaan pp yang pake nangka itu, mama mau coba bikin ahh...:), mg berhasil!)
Bulan yang penuh berkah
Ada rahmat Allah yang dilipatgandakan
Ada kesempatan yang takkan terulang lagi..
Ramadhan ini Alhamdulillah mama bisa puasa, tahun kemaren ga bisa ikut soalnya habis melahirkan adek. Ini sudah jalan 5 hari:) Awalnya sempat khawatir ga kuat puasa, karena badannya udah ringkih hehehe. Tapi masih umur 30 ini masa' ga kuat, malu sama diri sendiri.
Tahun ini rasanya Ramadhan lebih indah mama rasa. Karena apa? Karena Abang Ihsan udah bisa diajak ke masjid untuk tarawihan:) Udah lama mama nunggu saat2 ini. Bahkan sebelum ramadhan datang. Walaupun baru sekali ke masjid (soalnya adek suka tidur jam setengah tujuh, jadi mama ga bisa ikut ke masjid) tapi rasanya indah banget. Berangkat bareng kakek, Abang pake baju koko putih yang dibelikan kakek, ditemani cahaya bulan sabit, kita bertiga naik motor ke masjid.
Di masjid mama sengaja pilih tempat yang dipinggir biar ga mengganggu saf. Abang udah pinter ih, di masjid ga ribut:). Di bulan Ramadhan ini mama ingin kenalkan Abang dengan sedekah, buka puasa, sahur, dan puasa itu sendiri. Mudah2an nangkep ya? hehehe...
Selamat berpuasa..untuk pp, nenek, kakek, abang dan adek... moga kita selalu diberkahi oleh Allah swt. Amin.
Mama mau sholat Ashar dulu, mau pulang juga, udah jam 3... (Btw, mama tadi beli cetakan cendol, tadi nemu resep cendol kesukaan pp yang pake nangka itu, mama mau coba bikin ahh...:), mg berhasil!)
Senin, 27 Juli 2009
Penat..
Tertatih kakiku melangkah
Menyusuri jalan yang penuh duri dan kerikil tajam
Sementara batu-batu itu terus menghantam pundakku
Aku semakin penat
Ya Allah...
Ke bahu yang mana hamba mesti bersandar?
Tangan siapa yang harus hamba raih?
Sedangkan tubuh dan jiwaku semakin ringkih
Haruskan ku menyerah pada hantaman batu-batu itu?
La haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adhim.
Tertatih kakiku melangkah
Menyusuri jalan yang penuh duri dan kerikil tajam
Sementara batu-batu itu terus menghantam pundakku
Aku semakin penat
Ya Allah...
Ke bahu yang mana hamba mesti bersandar?
Tangan siapa yang harus hamba raih?
Sedangkan tubuh dan jiwaku semakin ringkih
Haruskan ku menyerah pada hantaman batu-batu itu?
La haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adhim.
Langganan:
Postingan (Atom)